Solenoid valve merupakan katup yang
dikendalikan dengan arus listrik baik AC maupun DC melalui kumparan /
selenoida. Solenoid valve ini merupakan elemen kontrol yang paling sering
digunakan dalam sistem fluida. Seperti pada sistem pneumatik, sistem hidrolik
ataupun pada sistem kontrol mesin yang membutuhkan elemen kontrol otomatis. Contohnya
pada sistem pneumatik, solenoid valve bertugas untuk mengontrol saluran udara yang
bertekanan menuju aktuator pneumatik(cylinder). Atau pada sebuah tandon air
yang membutuhkan solenoid valve sebagai pengatur pengisian air, sehingga tandon
tersebut tidak sampai kosong. Dan berbagai contoh-contoh lainnya yang tidak
mungkin saya jelaskan satu persatu disini.Kumpulan Masalah Komputer, Printer, Tablet PC, Kamera dan Cara Mengatasinya
Showing posts with label Mengenal Komponen Elektronik. Show all posts
Showing posts with label Mengenal Komponen Elektronik. Show all posts
Sunday, July 5, 2015
Solenoid Valve
Solenoid valve merupakan katup yang
dikendalikan dengan arus listrik baik AC maupun DC melalui kumparan /
selenoida. Solenoid valve ini merupakan elemen kontrol yang paling sering
digunakan dalam sistem fluida. Seperti pada sistem pneumatik, sistem hidrolik
ataupun pada sistem kontrol mesin yang membutuhkan elemen kontrol otomatis. Contohnya
pada sistem pneumatik, solenoid valve bertugas untuk mengontrol saluran udara yang
bertekanan menuju aktuator pneumatik(cylinder). Atau pada sebuah tandon air
yang membutuhkan solenoid valve sebagai pengatur pengisian air, sehingga tandon
tersebut tidak sampai kosong. Dan berbagai contoh-contoh lainnya yang tidak
mungkin saya jelaskan satu persatu disini.Push Button Switch (Saklar Tombol Tekan)
Pengertian Push Button Switch (Saklar Tombol Tekan)
Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dengan sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini berarti saklar akan bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus listrik saat tombol ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada kondisi normal.
Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dengan sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini berarti saklar akan bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus listrik saat tombol ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada kondisi normal.
Sebagai device
penghubung atau pemutus, push button switch hanya memiliki 2 kondisi, yaitu On
dan Off (1 dan 0). Istilah On dan Off ini menjadi sangat penting karena semua
perangkat listrik yang memerlukan sumber energi listrik pasti membutuhkan
kondisi On dan Off.
Friday, July 3, 2015
Solid State Relay
Solid state relay adalah sebuah saklar elektronik yang tidak memiliki bagian yang bergerak. Contohnya foto-coupled SSR, transformer-coupled SSR, dan hybrida
SSR.
Solid state relay ini dibangun dengan isolator sebuah MOC untuk memisahkan bagian input dan bagian saklar. Dengan Solid state relay kita dapat menghindari terjadinya percikan api seperti yang terjadi pada relay konvensional juga dapat menghindari terjadinya sambungan tidak sempurna karena kontaktor keropos seperti pada relay konvensional.
JENIS-JENIS SSR
1. Reed-Relay-Coupled
SSR's di mana
sinyal kontrol diterapkan (secara langsung, atau melalui Preamplifier) ke
kumparan relay yang buluh. Penutupan buluh lalu mengaktifkan sirkuit yang tepat
dengan saklar memicu thyristor. Jelas, input-output isolasi dicapai adalah
bahwa dari buluh relay, yang biasanya sangat baik.
Limit Switch (Saklar Pembatas)
Limit switch (saklar pembatas)
adalah saklar atau perangkat elektromekanis yang mempunyai tuas aktuator
sebagai pengubah posisi kontak terminal (dari Normally Open/ NO ke
Close atau sebaliknya dari Normally Close/NC ke Open). Posisi kontak
akan berubah ketika tuas aktuator tersebut terdorong atau tertekan oleh
suatu objek. Sama halnya dengan saklar pada umumnya, limit switch juga
hanya mempunyai 2 kondisi, yaitu menghubungkan atau memutuskan aliran
arus listrik. Dengan kata lain hanya mempunyai kondisi ON atau Off. Namun sistem kerja limit switch berbeda dengan saklar pada umumnya, jika pada saklar umumnya sistem kerjanya akan diatur/ dikontrol secara manual oleh manusia (baik diputar atau ditekan). Sedangkan limit switch dibuat dengan sistem kerja yang berbeda, limit switch dibuat dengan sistem kerja yang dikontrol oleh dorongan atau tekanan (kontak fisik) dari gerakan suatu objek pada aktuator, sistem kerja ini bertujuan untuk membatasi gerakan ataupun mengendalikan suatu objek/mesin tersebut, dengan cara memutuskan atau menghubungkan aliran listrik yang melalui terminal kontaknya.
Thursday, July 2, 2015
Relay dan Fungsinya
Relay adalah Saklar (Switch)
yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen
Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama
yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak
Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk
menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power)
dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai
contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu
menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk
menghantarkan listrik 220V 2A.
Tuesday, July 29, 2014
Mengenal Resistor
Pengertian resistor adalah salah satu komponen
elekronika yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam suatu
rangkaian dan berupa terminal dua komponen elektronik yang menghasilkan
tegangan pada terminal yang sebanding dengan arus listrik yang
melewatinya sesuai dengan hukum Ohm (V = IR). Sebuah resistor tidak
memiliki kutub positif dan negatif, tapi memiliki karakteristik utama
yaitu resistensi, toleransi, tegangan kerja maksimum dan power rating.
Karakteristik lainnya meliputi koefisien temperatur, kebisingan, dan
induktansi. Ohm yang dilambangkan dengan simbol Ω(Omega) merupakan
satuan resistansi dari sebuah resistor yang bersifat resistif.Mengenal Osiloskop
Osiloskop terdiri dari dua bagian yaitu Display dan Panel Control :
Display
Display menyerupai tampilan layar pada televisi. Display pada Oscilloscope berfungsi sebagai tempat tampilan sinyal uji. Pada Display Oscilloscope terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak yang disebut dengan div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan.
Mengenal Transistor
Transistor adalah komponen semikonduktor. Fungsi transistor
yakni sebagai penguat, sebagai pemutus dan penyambung (saklar),
stabilisasi tegangan, modulasi sinyal dan bebagai fungsi lainnya.
Transistor pun dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan
arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan
pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Fungsitransistor sebagai saklar.
Dengan mengontrol bias dari transistor hingga komponen ini menjadi
jenuh, akan menyebabkan seolah-olah diperoleh hubungan singkat diantara
emitor dan kaki kolektor. Fenomena inilah yang dapat dimanfaatkan hingga
transistor bisa dipakai sebagai saklar elektronika.
Fungsi transistor sebagai penguat arus.
Berdasarkan fungsi ini membuat transistor dapat digunakan dalam
rangkaian power supply yang tegannya diset. Dalam keadaan tersebut
transisor haruslah terlebih dahulu dibias dengan tegangan yang konstan
pada basisnya, tujuannya biar pada emitor menghasilkan tegangan yang
tetap. Umumnya yang dipakai untuk mengontrol tegangan basis agar tetap
adalah dioda zener.
Tuesday, October 16, 2012
Mengenal Dioda
Ujung badan dioda biasanya diberi bertanda, berupa gelang atau berupa titik, yang menandakan letak katoda.
Dioda hanya bisa dialiri arus DC searah saja, pada arah sebaliknya arus DC tidak akan mengalir. Apabila dioda silicon dialiri arus AC ialah arus listrik dari PLN, maka yang mangalir hanya satu arah saja sehingga arus output dioda berupa arus DC
Tuesday, October 9, 2012
MENGENAL MOSFET
FET adalah kepanjangan dari Field EfFect Transistor , yang jika dibahasa
indonesiakan menjadi Transistor Efek Medan . Berbeda dengan transistor,
FET bekerja berdasarkan efek medan listrik. Fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan.FET memiliki tiga kaki juga yaitu :
• GATE (G) adalah kaki input
• DRAIN (D) adalah kaki output
• SOURCE (S) adalah kaki sumber
FET biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo
Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.
Mengenal Trafo / Transformator

Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain.Ada 2 tipe transformator:
1.
Trafo
Engkel
2. Trafo CT
Prinsip kerja
Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang
membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks
bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam
lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan
dilimpahkan ke lilitan sekunder.
Mengenal Integrated Circuit (IC)
Integrated Circuit (IC)
sebenarnya adalah suatu rangkaian elektronik yang dikemas menjadi satu
kemasan yang kecil. Beberapa rangkaian yang besar dapat diintegrasikan
menjadi satu dan dikemas dalam kemasan yang kecil. Suatu IC yang kecil
dapat memuat ratusan bahkan ribuan komponen.
IC memiliki seri-seri tertentu. IC ada yang memiliki 3 pin, 8 pin, 16 pin, dan sebagainya. Pin no 1 biasanya ditandai dengan lingkaran kecil dekat pin tersebut. Contoh IC : LM 7812, UC 3842, TDA 1175, TDA 9302, dll.
Bentuk IC bisa bermacam-macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang seperti transistor dengan kaki banyak misalnya LM741.
IC memiliki seri-seri tertentu. IC ada yang memiliki 3 pin, 8 pin, 16 pin, dan sebagainya. Pin no 1 biasanya ditandai dengan lingkaran kecil dekat pin tersebut. Contoh IC : LM 7812, UC 3842, TDA 1175, TDA 9302, dll.
Bentuk IC bisa bermacam-macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang seperti transistor dengan kaki banyak misalnya LM741.
Subscribe to:
Posts (Atom)



